BOLSEL, VERSISULU.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) menggelar Rapat Paripurna dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia. Pada Jumat, (14/08/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Bolsel, Kawasan Perkantoran Panango, Kecamatan Bolaang Uki, tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Bolsel Ir. Ariffin Olii dan dihadiri jajaran pimpinan serta anggota DPRD Bolsel.
Bupati Bolsel Dr (C) H. Iskandar Kamaru, S.Pt., M.Si., turut hadir bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Dr (C) Marzanzius A. Ohy, S.STP., MAP., pimpinan perangkat daerah, camat, sangadi dan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bolsel.
Selain mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI, rapat tersebut juga diisi dengan penyampaian Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya.
Dalam pengantar sidang, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan sejumlah agenda strategis lembaga legislatif pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027.
DPR RI menegaskan komitmennya dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan dan diplomasi. Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian ialah pembahasan RUU APBN 2027 dengan tema “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat.”
Sementara itu, Presiden RI dalam pidato kenegaraannya memaparkan kondisi perekonomian nasional sekaligus arah kebijakan pemerintah ke depan.
Pemerintah menekankan pentingnya memperkuat ketahanan ekonomi melalui keberpihakan kepada masyarakat, disiplin fiskal, pengelolaan sumber daya alam yang optimal dan hilirisasi.
Pemberantasan kebocoran penerimaan negara serta peningkatan kesejahteraan masyarakat juga menjadi bagian dari agenda yang disampaikan dalam pidato tersebut.
Dalam RAPBN 2027, pemerintah menetapkan sejumlah sektor sebagai prioritas, antara lain kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, infrastruktur dan perumahan.
Penguatan ekonomi kerakyatan serta percepatan penurunan kemiskinan turut menjadi perhatian.
RAPBN 2027 dirancang dengan Belanja Negara sebesar Rp4.097,2 triliun dan Pendapatan Negara Rp3.426 triliun. Pemerintah menargetkan defisit sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Pertumbuhan ekonomi nasional pada 2027 ditargetkan mencapai 6 persen, sedangkan inflasi dijaga pada kisaran 2,5 persen.
Ketua DPRD Bolsel Ir. Ariffin Olii mengatakan, momentum mendengarkan pidato kenegaraan menjadi bagian penting untuk memahami arah kebijakan pemerintah pusat sekaligus melihat peluang penguatan pembangunan di daerah.
Menurutnya, kebijakan nasional perlu diterjemahkan melalui program daerah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Bolsel.
Rapat paripurna ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mengawal pembangunan daerah.
Dengan arah kebijakan nasional yang menitikberatkan pada pangan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan penguatan ekonomi masyarakat, DPRD Bolsel diharapkan dapat menjalankan fungsi pengawasan agar implementasinya di daerah berjalan efektif.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun menjadi pengingat bahwa pembangunan harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Paripurna berlangsung dalam suasana khidmat dengan seluruh peserta mengikuti rangkaian penyampaian pidato kenegaraan dan keterangan pemerintah terkait RAPBN 2027.(Infotorial)








